Konteks
Manajemen Proyek & TI
NAMA KEL : HERDYNANSYAH (24114939)
LEPRANDO (26114038)
LUTHFI ERZANI ATMAJA (26114189)
3kb02
Konteks
Manajemen Proyek & TI
1.
Gambaran
Sistem Manajamen Proyek
Manajemen merupakan proses terpadu dimana
individu-individu sebagai bagian dari organisasi dilibatkan untuk memelihara,
mengembangkan, mengendalikan, dan menjalankan program-program, yang kesemuanya
diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung menerus seiring
dehgan berjalannya waktu. Supaya proses manajemen dapat berlangsung sangkil dan
mangkus diperlukan sistem serta struktur organisasi yang memadai dengan program
yang berorientasi pada tercapainya sasaran. Organisasi berfungsi sebagai wahana
untuk menuangkan konsep atau karya-karya manajerial dari individu-individu yang
terlibat dalam mengemban tanggung jawab manajemen. Manajemen dapat dipandang
sebagai suatu rangkaian beberapa tanggung jawab fungsional yang berhubungan
erat satu sama lain dan secara keseluruhan membentuk jaringan kerja yang
teratur serta sistematis. Jaringan kerja tersebut jangan sekali-kali
ditafsirkan hanya sebagai gabungan satuan-satuan atau tahapan kegiatan yang
terpisah, tetapi keseluruhannya merupakan suatu set atau kesatuan interaksi
kegiatan-kegiatan. Untuk tujuan analisis ataupun menguraikannya, tentunya dapat
saja dicuplik fungsi tertentu dari set, tetapi harus dengan selalu mengingat
bahwa sesuatu kegiatan pada fungsi tertentu mempunyai hubungan dan berdampak
terhadap satu atau lebih fungsi lainnya.
Pada umumnya yang ditetapkan sebagai
fungsi-fungsi pokok dalam manajemen adalah merencanakan, mengorganisasikan, dan
mengendalikan. Sedangkan fungsi-fungsi manajerial penting lainnya, yaitu:
memimpin, mengerahkan, mengarahkan, mengaktifkan, memberi contoh, membangun
motivasi, mengkoordinasikan, mengkomunikasikan, dan yang tidak kalah penting
adalah pengambilan keputusan. Penekanan kepada mana yang lebih penting dari
fungsi-fungsi tersebut amat tergantung pada permasalahan spesifik yang dihadapi
oleh para manajer dalam mengemban tugas-tugasnya. Akan tetapi bagaimanapun
bentuk per-masalahan yang dihadapi, konsep manajemen sebagai suatu set
keseluruhan tanggung jawabfungsional yang ditunjukkan melalui
kinerja para manajer akan lebih menonjol dan bersifat kekal. Sebagaimana
layaknya suatu proses, apabila ke dalamnya diberikan masukan-masukan(input) secukupnya
diharapkan manajemen dapat menghasilkan keluaran-keluaran (output),yaitu
tercapainya tujuan ataupun sasaran sebagaimana yang ditetapkan, lihat (Gambar Bagan Proses Manajemen). Sebagai
masukan ke dalam proses manajemen adalah bermacam sumber daya, keterampilan
ataupun kekayaan lainnya termasuk manusia atau tenaga kerja, material (bahan),
modal (dana), mesin-mesin (alat), dan metode-metode kerja. Proses manajemen
harus mampu menunjukkan kinerja yang sangkil serta mangkus. Kesangkilan
menyangkut hubungan antara masukan dan keluaran, dalam arti berlangsung
peningkatan efisiensi di dalam proses. Sedang mangkus berkaitan dengan pencapaian
tujuan, dalam arti jika manajemen berhasil mencapai tujuannya berarti mereka
berdaya guna. Seorang pakar manajemen, Peter F.Drucker, mengartikan
kesangkilan sebagai melakukan pekerjaan dengan benar, sedangkan mangkus
diartikan sebagai melakukan pekerjaan yang benar. Sehingga selama menjalankan tugas dan tanggung
jawabnya, manajer harus berusaha untuk selalu mengupayakan hasil mangkus dan
sangkil yang semaksimal mungkin.
Sebagai dasar dan landasan utama dalam
melaksanakan tugas manajemen pada setiap jenjang dari berbagai bentuk bidang
usaha, harus mampu mengupayakan dan menciptakan suatu lingkungan kerja bagi
segenap individu yang terlibat dengan cara membentuk semangat kerjasama dalam
suatu grup kerja atau Tim Kerja. Sehingga masing-masing dapat menyelesaikan
tugas demi untuk pencapaian sasaran bersama seperti apa yang telah disepakati.
Atau dengan kata lain, para manajer dalam melaksanakan tugasnya mengemban
tanggung jawab untuk berupaya agar masing-masing individu dapat memberikan
andil sepenuhnya secara mangkus dalam rangka mencapai sasaran organisasi dengan
didasarkan pada semangat Tim Kerja. Termasuk upaya menciptakan suasana
lingkungan dalam satu kesatuan Tim Kerja adalah menanamkan semangat untuk
selalu secara bersama-sama memelihara dan melestarikan cita-cita para manajer
baik secara logis maupun moral, demi dapat tercapainya segenap sasaran
organisasi.
Dari kesemua uraian di atas, dapatlah dipakai
suatu penyederhanaan pemahaman bahwa manajemen merupakan proses penggunaan
sumber daya secara sangkil dan mangkus untuk mencapai sasaran atau tujuan yang
telah ditetapkan. Dengan demikian seorang manajer dari jenjang manapun, macam
bidang usaha apapun, dari perusahaan skala kecil maupun besar
Gambar Bagan
Proses Manajemen
tugas
utamanya adalah mengelola bagian organisasi yang menjadi tanggung jawabnya agar
berjalan sesuai dengan rencana sehingga dapat: (1) mencapai tujuan organisasi
dengan menggunakan sesedikit mungkin masukan sumber daya, sejak dari yang
berbentuk modal (dana), material (bahan), usaha (kegiatan), waktu, sampai yang
berwujud ketidakpuasan manusiawi atas keadaan yang ada, ataupun (2) membawakan
tugasnya untuk mencapai tujuan organisasi semaksimal mungkin berdasarkan pada
sumber daya yang tersedia.
Proyek dengan
segala ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilibatkan di dalamnya merupakan
salah satu upaya manusia dalam rangka membangun kehidupannya. Sesuatu proyek
merupakan upaya dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia, yang
diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting tertentu.
Proyek harus diselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan
kesepakatan. Sebuah proyek terdiri dari urutan dan rangkaian kegiatan panjang
dan dimulai sejak dituangkannya gagasan, direncanakan, kemudian dilaksanakan,
sampai benar-benar memberikan hasil-hasil yang sesuai dengan perencanaannya.
Sehingga pelaksanaan proyek pada umumnya merupakan rangkaian
mekanisme tugas dan kegiatan kompleks, membentuk saling ketergantungan, dan
mengandung berbagai permasalahan tersendiri. Dengan demikian rangkaian
mekanisme kegiatan-kegiatan di dalam proyek akan membentuk kesatuan sistem
manajemen. Semakin kompleks mekanismenya, sudah barang tentu semakin beraneka
pula permasalahan yang harus dihadapi. Apabila tidak ditangani dengan benar, berbagai
permasalahan tersebut akan mengakibatkan munculnya berbagai dampak negatif yang
pada akhirnya bermuara pada kegagalan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang
dicita-citakan.
Pengertian
sistem manajemen adalah sebagai suatu set yang terdiri atas susunan terpadu
dari konsep-konsep, dasar-dasar pengertian, atau teknik-teknik penanganan yang
berkaitan dengan manajemen. Sehingga konsep sistem manajemen proyek dapat
diartikan sebagai penataan serta pengorganisasian atas faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen proyek. Sistem manajemen proyek
disusun dan dijabarkan menjadi seperangkat pengertian, pedoman, alat-alat, dan
petunjuk tata cara pelaksanaan, sehingga mampu menghubungkan kesenjangan
persepsi, membangun kesamaan bahasa, serta mampu mewujudkan suatu bentuk
kerjasama dan koordinasi di antara satuan organisasi pelaksananya. Mengingat
kegiatan-kegiatan individual di dalam proyek membentuk hubungan saling ketergantungan
kompleks, perlu selalu ditumbuhkan keserasian hubungan kerja yang mangkus di
antara para pelaksananya. Hal tersebut mengingat pula bahwa para pelaksana
terdiri dari individu-individu yang berasal dari berbagai satuan dan jenjang
organisasi. Tingkat kekompakan pengertian dan kesadaran akan pentiiignya
penerapan konsep hubungan kerja yang serasi satu sama lainnya sangat menentukan
keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan proyek, terutama pada jenjang pejabat
kunci. Mereka harus dapat mewujudkan semangat kerja sama kokoh untuk
mengkoordinasi dan mengendalikan pelaksanaan proyek sehingga mampu memberikan
landasan kuat bagi keberhasilan proyek. Dengan demikian agar dapat menangani
pelaksanaan proyek dengan baik atau paling tidak dapat memperkecil peluang
timbulnya permasalahan, diperlukan pendekatan dengan menyusun suatu konsep
Sistem Manajemen Proyek yang lengkap, kokoh, dan terpadu.
2. Model Sistem Manajemen
1.
Definisi
Model
Model
adalah penyederhanaan (abstraction) dari sesuatu. Model juga merupakan perwakilan
sejumlah objek atau aktivitas yang disebut dengan entitas (entity). Biasanya
manajer menggunakan model untuk memecahkan suatu masalah.
2.
Jenis-jenis
Model
a.
Model
Fisik
Adalah
penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi. Model fisik berukuran lebih
kecil dari aslinya dan biasanya yang digunakan dalam dunia bisnis berupa
prototype model baru. Model fisik membantu suatu tujuan yang tidak dapat
dipenuhi oleh benda nyata. Contohnya investor pusat perbelanjaan dan pembuat
mobil dapat membuat sejumlah perubahan dengan lebih murah melalui rancangan
model fisik mereka dibandingkan dengan produk akhir.
b.
Model
Naratif
Adalah
penggambarkan entitas secara lisan atau tulisan. Semua komunikasi bisnis adalah
model naratif, sehingga model naratif merupakan model yang paling popular dan
paling sering digunakan oleh pihak manajemen.
c.
Model
Grafik
Adalah
model yang mewakili entitasnya dengan menggunakan garis, simbol & bentuk
dengan sedikit penjelasan naratif. Misalnya laporan keuangan ditambah dengan
grafik berwarna untuk meperjelas, flowchart, DFD dalam pembuatan database
d.
Model
Matematis
Adalah
model yang disajikan dengan rumus matematika atau persamaan. Misalkan dalam
perhitungan BEP (Break even point) menggunakan rumus BEP = TFC / P – C.
keterangannya (BEP : Break Event Point, TFC : Total Fixed Cost, P : Price, C :
Cost). Model ini seringkali digunakan manajemen untuk kegiatan bisnis, atau
untuk prediksi, analisis dll. Karena model ini merupakan model dengan
ketelitian tinggi, namun seringkali model ini juga tidak disukai karena
disajikan dengan rumit. Sesuai dengan tingkat keperluannya saja maka model ini
digunakan.
3.
Kegunaan
Model
Terdapat tiga kegunaan model
diantaranya :
a.
Mempermudah
Pengertian
Suatu model pasti lebih sederhana
daripada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan
hubungannya disajikan secara sederhana.
b.
Mempermudah
Komunikasi
Suatu model digunakan karena pada
umumnya setelah pemecahan masalah manajer akan mengkomunikasikan baik hasil
maupun keputusan kepada pihak-pihak yang terhubung, maka model system sangat
dugunakan agar mempermudah jalur komunikasinya.
c.
Memperkirakan
Masa Depan
Khususnya dalam model matematika,
model ini dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan,namun tidak
seratus persen akurat. Karena banyak data yang dimasukkan ke dalam model
biasanya didasarkan atas berbagai asumsi, manajer juga harus menggunakan
pertimbangan dan intuisi untuk mengevaluasi model.
4.
Model
Sistem Umum
Model
system umum adalah pendekatan yang dilakukan berdasarkan penggunaan komputer
dalam bisnis, mencakup hal semua sistem informasi di segala jenis organisasi,
dan sarana yang digunakan.
Model
system umum terdiri dari system fisik dan sistem konseptual. Demikian akan
dijelaskan sedikit mengenai kedua system ini.
a.
System
Fisik
System fisik merupakan system
yang terbuka yang berhubungan dengan lingkunganya, sering diibaratkan
perusahaan mengubah sumberdaya (input) menjadi produk (output).
b.
System
konseptual
System konseptual adalah sebagian
sistem terbuka yang dapat mengendalikan operasinya sendiri. Pengendalian
dicapai dengan menggunakan lingkaran yang terdapat di dalam sistem. Lingkaran
tersebut dinamakan lingkaran umpan balik, lingkaran ini menyediakan suatu jalur
bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian dan sebaliknya.
Mekanisme pengendalian adalah
sejenis alat yang menggunakan sinyal umpan balik untuk mengevaluasi kinerja
sistem dan menentukan apakah perlu dilakukan tindakan perbaikan.
System lingkaran tersebut
dibedakan menjadi 2 jenis yakni system lingkaran terbuka dan system lingkaran
tertutup.
Sistem
Lingkaran Terbuka adalah suatu sistem tanpa lingkaran umpan balik atau
mekanisme pengendalian. Perusahaan bisnis yang menggunakan konsep ini hanya
sedikit. Perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan sistem terbuka, tetapi
umpan balik dan mekanise pengendaliannya tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Perusahaan itu mulai pada suatu jalan dan tidak pernah berganti arah. Jika
perusahaan kehilangan kendali, tidak ada yang dilakukan untuk mengendalikan
keseimbangan. Hasilnya adalah kehancuran sistem (kebangkrutan). Sedangkan
Sistem Lingkaran Tertutup adalah
suatu sistem yang memiliki lingkaran umpan balik dan mekanisme pengendalian.
Sistem tersebut dapat mengendalikan output-nya dengan membuat
penyesuaian-penyesuaian pada input-nya.
3. Pemahaman mengenai Organisasi dan
struktur dasar organisasi serta pengaruhnya pada proyek
Sebuah
organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti
penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi
sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik
adalah organisasi yang dapat diakui keberadaanya oleh masyarakat disekitarnya,
karena memberikan kontribusi seperti pengambilan sumber daya manusia dalam
masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang
yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus
menerus. Rasa keterkaitan ini bukan berarti keanggotaan seumur hidup akan
tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam
keanggotaan mereka meskipun pada saat mereka menjadi anggota orang-orang dalam
organisasi berpatipasi secara relatif teratur. Struktur organisasi
mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan
secara formal.
Variabel struktur
a.
Ukuran
(size):
·
Makin
besar akan semakin komplek impersonal, semakin lugas , semakin sulit diarahkan,
semakin sulit dipadukan
·
Ukuran
menciptakan dilema
·
Tak
ada yang tahu ukuran yang optimum
b.
Jumlah
tingkatan hirarkhi:
·
Kalau
terlalu banyak bisa timbul kesulitan komunikasi vertikal
·
Sebaiknya
tak terlalu banyak
·
Perhatikan
efektivitas komunikasi
c.
Struktur
kewenangan:
·
Orang-orang
yang punya kewenangan membuat keputusan bagi organisasi
·
Siapa
saja yang termasuk dalam struktur
·
Bila
hanya satu orang bisa timbil kesulitan
·
Pendelegasian
wewenang
d.
Struktur
komunikasi:
·
Variabel
yang terpenting
·
Dari
puncak hirarkhi sampai ke paling bawah
·
Juga
perlu diperhatikan komunikasi horisontal
e.
Struktur
tugas:
·
Sama
dengan struktur peranan
·
Cara
organisasi membagi-bagi tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya
·
Apakah
semua pekerjaan terbagi habis
·
Apakah
semua anggota mendapat peranan
·
Apakah
hanya orang tertentu saja yang berperan
f.
Struktur
status dan prestis:
·
Apa
yang diperoleh dari organisasi dengan pengorbanan yang diberikan
·
Apakah
prestis (gengsi) seseorang akan naik dengan menjadi anggota organisasi
·
Apakah
prestis terbagi secara merata
·
Apakah
organisasi memiliki jenjang status yang terbuka bagi semua anggota
g.
Jarak
psikologis:
·
Antara
orang yang di puncak (pengambil keputusan) dan orang- orang di bawah (yang
melakukan pekerjaan)
·
Komunikasi
emosi antara orang-orang dalam hirarkhi
·
Menunjukkan
kemudahan komunikasi vertikal effektif/tidak
4.
Komitmen
Stakeholder dan Top Manajemen dalam Proyek TI
Stakeholder
adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap stakeholder
mempunyai komitmen untuk bekerja secara professional dan bertanggung jawab
dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek, manajer
proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna).
5.
Phase
dan siklus hidup proyek
Ada 6 tahap siklus hidup proyek
yaitu: Model Water Fall, System Engineering, Over Lapping Phases, Prototyping,
Joint Aplication Development, Herative Life Cycle. Berikut penjelasan secara
detailnya:
a.
Model
Water Fall
-
System
/ Information Engineering and Modeling. Permodelan ini diawali dengan mencari
kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk
software
-
Analisis
Kebutuhan Perangkat Lunak / Software Requirements Analysis. Proses pencarian
kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software
-
Design.
Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan di atas menjadi
representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai
-
Coding.
Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi
harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu
ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding - Maintenance
-
Testing
/ Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah di ujicobakan 2. System
Engineering
-
Maintenance.
Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah
pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu
b.
System
Engineering
Tahapannya
dengan menggunakan OMT (Object Modelling Technique)
-
Model
Objek
-
Model
Dinamis
-
Model
Fungsional
c.
Over
Lapping Phases
-
Komunikasi
pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan
kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan
-
Perencanaan,
yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek
informasi lain yg berhubungan
-
Analisis
Resiko, yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko manajemen dan
teknis
-
Perekayasaan,
yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari
apikasi tersebut
-
Konstruksi
dan peluncuran, yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi,
menguji, memasang , dan memberi pelayanan kepada pemakai
-
Evaluasi
Pelanggan, yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan
d.
Prototyping
-
Pengumpulan
kebutuhan. Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh
perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem
yang akan dibuat
-
Membangun
prototyping. Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang
berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan
format output)
-
Evaluasi
protoptyping. Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang
sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan
-
Mengkodekan
sistem. Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke
dalam bahasa pemrograman yang sesuai
-
Menguji
sistem. Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai,
harus dites dahulu sebelum digunakan
-
Evaluasi
Sistem. Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai
dengan yang diharapkan
-
Menggunakan
sistem. Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk
digunakan
e.
Joint
Aplication Development
-
Bussiness
Modelling. Tahap ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan informasi
-
Data
Modelling. Tahap aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi
sekumpulan objek data
-
Process
Modelling. Tahap dimana objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi
aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis
-
Aplication
Generation. Tahap dimana menggunakan component program yang sudah ada atau
membuat component yang bisa digunakan lagi
-
Testing
and Turnover. Tahap pengujian sistem
f.
Herative
Life Cycle
-
Perencanaan
(Planning). Tujuan dari tahap perencanaan adalah untuk meng-hasilkan rencana
kerja (work plan) formal untuk pengembangan sistem
-
Pendefinisian
Knowledge (Knowledge Definition). Tujuan tahap ini adalah mendefiniskan
kebutuhan knowledge dari sistem
-
Perancangan
Knowledge (Knowledge Design). Tujuan tahap ini adalah menghasilkan rancangan
rinci untuk sistem
-
Koding
dan pengujian (Code and Checkout). Tahap ini menandakan dimulainya pemrograman
-
Verifikasi
Knowledge (Knowledge Verification). Tahap ini bertujuan untuk menentukan
ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi sistem
-
Evaluasi
sistem (System Evaluation). Tahap ini merupakan tahap akhir dari siklus dan
bertujuan untuk menyimpulkan apa yang dipelajari dari rekomendasi untuk
perbaikan dan peningkatan
6.
Siklus
Hidup Produk
Siklus
hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang
dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk
juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle)
ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke
pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life
Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan
pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini
dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan
diperluas oleh para ahli lainnya
Ada
berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product
Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction,
growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang
menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life
Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market
acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline
(obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah
penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan
decline
Menurut Basu Swastha
(1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu:
-
Tahap
perkenalan (introduction)
Pada
tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume
penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul
baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang
dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang
harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi
barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah
-
Tahap
pertumbuhan (growth)
Dalam
tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena
permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang
bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif
tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga
persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas
dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya
-
Tahap
kedewasaan (maturity)
Pada
tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan
pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba
pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan
perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan
ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi
persaingan
-
Tahap
kemunduran (decline)
Hampir semua
jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau
keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang
baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno.
Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat
penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak
segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya
dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif
yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:
a.
Memperbarui
barang (dalam arti fungsinya)
b.
Meninjau
kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih
efisien
c.
Menghilangkan
ukuran, warna, dan model yang kurang baik
d.
Menghilangkan
sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada
e.
Meninggalkan
sama sekali barang tersebut
7.
Model
Prediksi Siklus Hidup
Ada 6
tahap siklus hidup proyek yaitu: Model Water Fall, System Engineering, Over
Lapping Phases, prototyping, joint aplication development, dan herative life
cycle.
Berikut penjelasan secara
detailnya:
1.
Model
Water Fall
-
System
/ Information Engineering and Modeling; Permodelan ini diawali dengan mencari
kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk
software.
-
Analisis
Kebutuhan Perangkat Lunak / Software Requirements Analysis; Proses pencarian
kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
-
Design;
Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi
representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
-
Coding;
Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain
tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin,
yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding.
-
Testing
/ Verification; Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan.
-
Maintenance;
Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah
pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu.
2.
System
Engineering
Tahapannya
dengan menggunakan OMT (Object Modelling Technique)
-
Model
Objek.
-
Model
Dinamis.
-
Model
Fungsional.
3.
Over
Lapping Phases
-
Komunikasi
pelanggan ,yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan
kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan.
-
Perencanaan
,yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan
proyek informasi lain yg berhubungan.
-
Analisis
Resiko ,yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko manajemen dan
teknis.
-
Perekayasaan
,yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari
aplikasi tersebut.
-
Konstruksi
dan peluncuran,yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji,
memasang , dan memberi pelayanan kepada pemakai.
-
Evaluasi
Pelanggan ,yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan.
4.
Prototyping
-
Pengumpulan
kebutuhan; Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh
perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem
yang akan dibuat.
-
Membangun
prototyping; Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang
berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan
format output).
-
Evaluasi
protoptyping; Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang
sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan.
-
Mengkodekan
sistem; Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke
dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
-
Menguji
sistem; Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai,
harus dites dahulu sebelum digunakan.
-
Evaluasi
Sistem; Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai
dengan yang diharapkan.
-
Menggunakan
sistem; Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk
digunakan.
5.
Joint
Aplication Development
-
Bussiness
Modelling; Tahap ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan informasi.
-
Data
Modelling; Tahap aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi
sekumpulan objek data.
-
Process
Modelling; Tahap dimana objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi
aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis.
-
Application
Generation; Tahap dimana menggunakan component program yang sudah ada atau
membuat component yang bisa digunakan lagi.
-
Testing
and Turnover; Tahap pengujian sistem.
6.
Herative
Life Cycle
-
Perencanaan
(Planning); Tujuan dari tahap perencanaan adalah untuk meng-hasilkan rencana
kerja (work plan) formal untuk pengembangan sistem
-
Pendefinisian
Knowledge (Knowledge Definition); Tujuan tahap ini adalah mendefiniskan
kebutuhan knowledge dari sistem
-
Perancangan
Knowledge (Knowledge Design); Tujuan tahap ini adalah menghasilkan rancangan
rinci untuk sistem
-
Koding
dan pengujian (Code and Checkout); Tahap ini menandakan dimulainya pemrograman
-
Verifikasi
Knowledge (Knowledge Verification); Tahap ini bertujuan untuk menentukan
ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi sistem
-
Evaluasi
sistem (System Evaluation); Tahap ini merupakan tahap akhir dari siklus dan
bertujuan untuk menyimpulkan apa yang dipelajari dari rekomendasi untuk
perbaikan dan peningkatan.
8.
Konteks
dari proyek IT
Sebuah
fenomena yang unik telah terjadi dalam bidang teknologi informasi. Fenomena ini
dapat dilihat pada seluruh aktivitas yang terdapat didalamnya. Hampir seluruh
aktivitas yang terkait dengan kegiatan perencanaan, pengembangan dan penerapan
teknologi informasi dilakukan melalui aktivitas berbasis proyek. Hal ini
tentunya sangat berbeda dengan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang bersifat
rutin, dimana dalam menyelesaikan aktivitas berorientasi proyek, waktu
pelaksanaan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, out put yang akan dihasilkan,
pihak-pihak yang terlibat, besarnya anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan
ditetapkan dengan jelas
Fenomena
diatas mengindikasikan bahwa seseorang yang ingin berhasil dalam meniti karir
di dunia IT, harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang manajemen proyek
teknologi informasi. Selain diterapkan dalam bidang konstruksi, ilmu manajemen
proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan dalam bidang IT. Nilai
proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan proyek-proyek IT harus
direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek IT yang mengalami
kegagalan dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah
ditetapkan diawal
9.
Fungsi
kerja manajemen proyek
Manfaat manajemen proyek dilihat
dari segi bidang-bidang tertentu yaitu:
-
Planning
to Do ( Perencanaan Selanjutnya). Berfungsi sebagai memberikan gambaran
hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi jalur kritis,
merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select
-
Pengendalian.
Berfungsi memberikan dasar-dasar gambaran patokan dalam pengendalian proyek
-
Lingkup
kerja dan masalah yang dihadapi. Berfungsi memberikan dorongan nyata demi
terciptanya komunikasi anatar pemimpin proyek dan pelaksana proyek dilapangan ,
supaya sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan
Menurut
H.Kerzener bahwa siklus proyek adalah kegiatan dari awal kemudian bertambah
macam dan intensitasnya sampai puncak , ke bawah dan ke atas. Masing-masing
memiliki tahap khusus yang kompleksitas , ukuran dan jadwal yang ditentukan
atau diperlukan kompleksitas proyek tergantung pada:
a.
Jumlah
ragam macam kegiatan
b.
Macam
dan jumlah kegiatan didalam suatu proyek dan luar
Supaya proyek cepat berhasil ada
hal yang penting diperhatikan yaitu:
-
Konsepsional
proyek
-
Definisi
proyek
-
Penyusunan
organisasi
-
Pelaksanaan
proyek
-
Penyelesaian
proyek
Setiap
akhir pengkajian dan keputusan apakah proyek tersebut dapat dilaksanakan ke
tahap berikutnya. Hasil dari setiap tahap terdahulu merupakan masukan utama
bagi tahap berikutnya
10.
Keahlian
yang disarankan bagi manajer proyek
Seorang manajer
proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun softskillnya
keahlian yang disarankan yaitu :
-
Keterampilan berkomunikasi yang baik dan tegas
-
Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat
membuat rencana dan menganalisis masalah
-
Keterampilan team-building untuk memotivasi dan
bekerja sama pada tim proyeknya
-
Keterampilan teknologi
-
Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel,
kreatif, sabar serta pantang menyerah
-
Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi
yang besar untuk tujuan proyek tersebut
11.
Karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif
Effective project manager:
·
Visioner
·
Kompeten
·
Motivator yang baik
·
Mendukung anggota tim
·
Membuat ide–ide baru
Ineffective project manager:
·
Minder
·
Motivator yang buruk
·
Komunikator yang buruk
SUMBER:
1. http://perbendaharaan.wordpress.com/2008/12/18/definisi-dan-tujuan-manajemen-proyek-teknologi-informasi/
2. http://mystroberi.blogspot.com/2010/10/pengenalan-manajemen-proyek-ti.html
1. http://perbendaharaan.wordpress.com/2008/12/18/definisi-dan-tujuan-manajemen-proyek-teknologi-informasi/
2. http://mystroberi.blogspot.com/2010/10/pengenalan-manajemen-proyek-ti.html

